Sabtu, 13 Desember 2008

Liga UEFA


Totti dan Memori Final 1984

Sepanjang sejarah klub, AS Roma belum pernah satu kali pun mencicipi gelar numero uno alias terbaik di kompetisi Eropa. Paling banter, Giallorossi baru berhasil menembus babak pamungkas di musim 1983-84. Ketika itu turnamen masih bertajuk European Cup. Di babak final yang saat itu digelar di Olimpico, Roma, Rabu, 30 Mei 1984, Giallorossi yang ditangani pelatih beken Nils Liedholm harus menyerah di tangan Liverpool lewat adu penalti 2-4 (1-1).

Seperempat abad kemudian, dengan format Liga Champions, babak final kompetisi terelite di seantero Benua Biru itu akan kembali digelar di Olimpico, Roma. Tepatnya, 27 Mei 2009 mendatang. Replay babak final 1984 itulah yang kini menjadi impian Francesco Totti, kapten Roma.

Hal itu diungkapkan Totti setelah Giallorossi berhasil menoreh sejarah baru: muncul sebagai jawara grup di babak penyisihan Liga Champions untuk kali pertama sejak musim 2001-02. Keberhasilan ini didapat setelah Totti dkk mengubur impian Bordeaux 2-0 (0-0) di matchday 6 Selasa (9/12) tadi malam.

Kesuksesan semalam di Olimpico membuat Roma memperpanjang rekor tak terkalahkannya di berbagai ajang kompetisi. Padahal, di bulan Oktober lalu, penampilan anak-anak asuhan Luciano Spalletti bak ayam sayur: menelan lima kali kekalahan secara beruntun. Kemenangan 3-1 atas Chelsea diyakini jadi trigger bagi kebangkitan Giallorossi.

Sejalan dengan usianya yang kini sudah ‘karatan’, 32 tahun, Totti sadar musim ini adalah musim yang paling pas dan terakhir bagi dirinya untuk dapat tampil di partai pamungkas Liga Champions yang diselenggarakan di kotanya sendiri, Roma.


“Mungkin inilah kesempatan terbaik bagi saya untuk tampil dalam partai bergengsi di Roma. Karena itu, saya berambisi mengantarkan tim meraih tempat di babak final. Saya berharap, jika itu terjadi, kami bakal berhadapan dengan Liverpool. Seperti partai final 1984,” tegas Totti seperti yang dikatakannya kepada Sky Sport Italia.

Totti tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dengan peningkatan performa tim akhir-akhir ini. “Dalam kurun waktu sebulan, segalanya telah berubah. Untuk kali pertama kami berhasil menjadi juara grup penyisihan Liga Champions. Hari yang bakal tak terlupakan,” tutur pemain yang kerap disebut Pangeran Roma tersebut. Lagipula, “Saat menjalani partai pertama, kami akui kami kurang yakin jika kami mampu melaju ke babak knock-out. Karenanya, kami sangat gembira,” imbuh Totti.

Roma mempunyai peluang untuk mengukir tujuh kali kemenangan secara beruntun di berbagai ajang kompetisi andaikata Totti dkk mampu mengatasi perlawanan tim tamu, Cagliari, dalam lanjutan laga Liga Serie A di pekan ke-16, Minggu (14/12).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar